BLOG ARTIKEL PENJUALAN ORGAN TUBUH MANUSIA DI JEJARING DUNIA MAYA

Breaking News
Loading...
Sabtu, 06 April 2013

Contoh Kasus



KASUS I
Yth. Bapak El Dahs
Salam,
Terima kasih atas perhatian bapak yang mau membeli ginjal saya. Nama saya Iwan (nama disamarkan), bapak dari 2 anak yang masing-masing berumur 5 tahun dan 2 tahun. Saya berumur 32 tahun, tidak pernah alkohol, tidak merokok apalagi narkoba. Dan saya tidak memiliki penyakit serius. Sehat jasmani dan rohani dan bersedia untuk medical check up bila dibutuhkan. Saat ini saya berdomisili di Tangerang.
Saya ingin menjual 1 ginjal saya seharga Rp. 550 juta dan bila bapak masih membutuhkan organ tubuh lainnya, saya bersedia juga untuk menjual hati saya seharga Rp. 250 juta.
Adapun motif saya melakukan itu semua, karena saya saat ini sedang membutuhkan banyak uang untuk membayar utang saya dan buat ibadah. Saya kasihan dengan istri saya yang tidak sanggup menghadapi tekanan. Saya sadar dalam menawarkan ginjal dan hati saya karena bagi saya istri saya dan anak-anak saya adalah yang utama, merekalah BUAH HATI SAYA YANG SESUNGGUHNYA.
Jika bapak berkenan lanjut membeli ginjal atau hati saya, saya ucapkan banyak terima kasih. Mohon jawaban bapak secepatnya.
Terima kasih.

Itulah isi surat elektronik (e-mail) dari seorang bapak kepada saya yang ingin menjual ginjal dan hati nya. Setelah mencoba menelusuri beberapa iklan di dunia maya, maka saya memberanikan diri untuk mencoba menjadi pembeli untuk mengetahui lebih pasti apa mereka serius dalam mendagangkan organ tubuh mereka. Inilah fenomena yang ada dimasyarakat yang mulai menjamur. Dengan harga ginjal dipasar gelap yang menembus angka US$ 262.000 atau sekitar Rp. 2,4 Miliar dan harga Hati yang menembus angka US$ 157,000 atau sekitar Rp. 1,4 Miliar, maka wajarlah bila banyak orang mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan masalah ekonominya. Namun berdasar penelusuran saya lebih lanjut, banyak penjual ginjal yang tidak mau mengakui mereka menjual ginjal tapi mendonorkan ginjal. Mungkin kata mendonorkan terdengar manusiawi, namun dibalik itu semua para oknum yang mengaku mendonorkan ginjal tetap meminta sejumlah uang sebagai imbalan.

 

 

KASUS II

Demi Pengobatan Ayah, Fahmi Buat Iklan Jual Ginjal

 
TANGERANG - Fahmi Rahardiansyah (19), warga Kampung Cariu Rt 02/01 Nomor 290, Desa Talagasari, Kec Balaraja, Kabupaten Tangerang mengaku nekat menjual ginjalnya karena sedih melihat ayahnya dua kali jatuh akibat penyakit yang dideritanya.

"Saya sedih, bingung melihat papa jatuh dua kali dari tempat tidur di rumah sakit, saya akhirnya berniat untuk jual ginjal untuk pengobatan papa," kata Fahmi sambil terisak di rumahnya. Rabu (13/3/2013)
Fahmi lalu memposting rencananya menjual ginjal melalui situs jual beli online. Dia menawarkan ginjalnya seharga Rp50 juta. Namun, atas saran dari masyarakat yang komentar di kaskus dia berhenti menawarkan ginjalnya. “Sudah ada yang mau membantu, sudah ada yang siap menggalang dana, “ katanya”.
Fahmi memposting penjulan ginjalnya pada Senin 11 Maret lalu. Namun tak satu pun anggota keluarga Fahmi mengetahui rencana nekat remaja ini. Eni, ibunda Fahmi bahkan yakin anaknya tidak bersungguh-sungguh untuk berniat menjual ginjalnya.
 Eni mengatakan, selama ini anaknya tidak pernah bercerita tentang rencana menjual ginjal melalui situs jual beli online untuk pengobatan ayahnya. Apalagi saat ini kondisi suaminya, Sidik ahmadi sudah mulai membaik.
"Ya memang sakit darah tingginya sudah lama, tapi sudah berobat jalan di puskesmas dan sudah mulai membaik, “ucap ibunya”. Eni juga mengatakan bahwa selama ini anaknya tidak tinggal di Tangerang melainkan di Bandung, akan tetapi baru beberapa hari ini kembali ke Tangerang atas permintaan ibunya.


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Toggle Footer